Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Classless

Routing Dynamic OSPF

Diketahui jaringan topologi ring tiga router sebagai berikut.   Tabel IP Address Router dan PC Client Langkah konfigurasi: 1. Login ke router MikroTik dengan winbox. 2. Masukkan IP Address untuk masing-masing interface melalui IP > Addresses. 3. Masuk ke menu Routing>OSPF, kemudian klik tab Network. 4. Klik Add, tambahkan setiap network yang ada pada router itu sendiri , kemudian klik OK.         5. Buka menu IP > Routes, bila konfigurasi berhasil akan tampil route baru dengan parameter DAo (Dynamic, Active, OSPF).     6. Pengujian putus koneksi antara Client 1 dengan Client 3.

Classless Routing dan Perbedaannya dengan Classful Routing

Di postingan sebelumnya sudah dicontohkan topologi classful routing dan sedikit dijelaskan mengenai perbedaan informasi yang dikirimkan antara classful routing dengan classless routing. Di postingan kali ini akan ditunjukkan perbedaan antara protokol classful routing (RIPv1) dengan protokol classless routing (RIPv2) menggunakan topologi classless (VLSM) seperti di bawah ini. Dengan proses konfigurasi IP Address sebagai berikut: Router 1: Router 2: PC-1: PC-2: PC-3: PC-4: Uji coba ping antar PC beda subnet satu router (PC-4 ke PC-3): Di penjelasan mengenai classful routing, kita mengetahui bahwa protokol classful routing tidak mendukung VLSM karena informasi mengenai Subnet Mask tidak dikirimkan dalam proses routing. Lalu apa yang terjadi bila topologi VLSM seperti diatas menggunakan protokol classful routing? Kita akan menggunakan protokol RIPv1 untuk mengetahuinya. Konfigurasi RIPv1 di masing-masing router seperti di bawah...

Istilah dalam Pengalamatan Jaringan (Classful, Classless, CIDR, VLSM)

Classful Classful secara harfiah berarti "dengan kelas". Dalam pengalamatan jaringan, Classful berarti pengalamatan berdasarkan kelas IP. Seperti yang kita tahu, IP address memiliki beberapa kelas dilihat dari bit pertama dari IP Address. Dalam pengalamatan Classful, jumlah address yang tersedia adalah tetap, sesuai dengan kelasnya masing-masing. Hal ini menyebabkan penggunaan address yang tidak efisien. Misalkan anda ingin membuat sebuah jaringan berskala menengah dengan IP kelas B, dengan jumlah pengguna kurang lebih 45000 user. Jumlah alamat IP kelas B yang berjumlah 65534 tentu membuat jaringan anda menjadi tidak efisien dan rentan terhadap penyusupan karena ada lebih dari 15000 IP yang tidak digunakan. Itulah mengapa pada tahun 1993 dikenalkan metode pengalamatan Classless. Classless Bila Classful adalah pengalamatan jaringan berdasarkan kelas IP, maka Classless adalah kebalikannya. Classless adalah metode pengalamatan jaringan tanpa menge...